ketika detik berdetak dalam sepi
dan ketika menit tanpa sadar membawa lamunan
seakan mencoba menutupi kenyataan hati
kau tak disini dan kau memang tak disini
aku yang telah lalu..
ataukah engkau yang menipu?
lembaran itu kini tak berguna
bila memang kau tak bersuara
dulu, asa kita rajut bersama
tapi tidak untuk akhirnya
dirimu yang tentukan
aku hanya terima keputusan
aku hanya sebuah tulisan yang tersimpan
sebuah harapan yang kau tinggalkan
sebuah pohon yang tertiup anginnya hadirmu
sejenak, sesaat dan terlewatkan
kembalilah nanti, bila kau sudah mengerti
bila kau sudah menanti
bahwa kau hidup untuk hati
hati yang menunggu kembali.
nyimak, mas...
BalasHapusnyimak apa curhat mas?
BalasHapusnyimak yang lagi curhat, mas... *kaboooorrr*
Hapus